15 Jun 2011

KLENGKENG DIAMOND RIVER

Kelengkeng diamond river berasal dari China, dan banyak dibudidayakan di Malaysia. Kelengkeng diamond river mempunyai ciri-ciri daun berwarna hijau cerah, lebar, dan tepinya bergelombang. Keunggulan dari kelengkeng diamond river adalah tanaman ini cenderung tumbuh melebar ke samping dari pada tumbuh ke atas. Tajuknya kompak sehingga membuat diamond river ini paling disukai para pembudidaya tanaman dalam pot (tabulampot). Daging buahnya relatif tebal dan cenderung berarir, diamond river bisa berbuah saat berumur 8-12 bulan untuk kelengkeng vegetatif, dan 2-3 tahun untuk kelengkeng generatif (berasal dari biji). cara perawatan kelengkeng diamond river sama dengan kelengkeng itoh, yaitu :
Cara Perawatan :
Penyiraman : cara merawat tanaman ini sama dengan merawat tanaman pada umumnya, yaitu disiram dengan air setiap 2 kali sehari, pagi hari dan sore hari, bila terlihat kondisi kering, bila kondisi tanah tanaman masih terlihat basah, maka cukup satu kali penyiraman saja.
Pemupukan : tanaman kelengkeng tidak berbuah bisa jadi karena tidak subur atau kekurangan unsur-unsur makro yang dibutuhkan seperti nitrogen, fosfor, kalium. Pupuk ditaburkan melingkar sesuai dengan tajuk tanaman. Namun, jika tajuk tanaman sudah tumbuh melebihi diameter pot, pupuk ditaburkan sekitar satu jengkal dari pangkal tanaman. Setelah itu tanaman disiram.
Pelukaan/Pengerokan : Pada dasarnya pelukaan atau pengerokan batang tanaman untuk menghambat pengiriman zat-zat makanan yang dihasilkan daun ke akar, sehingga terjadi pemupukan zat makanan di daerah tajuk.
Pengeringan atau stres air : kekurangan air akan memicu tanaman berbunga.Caranya tanaman kelengkeng dalam pot tidak disiram selama 2-3 hari. Setelah terlihat layu, tanaman disiram air sebanyak-banyaknya. Jika bunga tidak muncul juga, pengeringan bisa dilakukan lagi. Untuk pemangkasan, tidak perlu dilakukan sesering kelengkeng pingpong, karena kelengkeng diamond river tajuknya cenderung untuk tumbuh ke arah samping.
Sumber ://berkahtanimanunggal.wordpress.com

KLENGKENG AROMA DURIAN

Kelengkeng aroma durian, merupakan kelengkeng yang tergolong jenis baru, kelengkeng aroma durian ini mempunyai ciri daun lurus, kaku dan hijau tua, daun muda berwarna hijau semu merah, tajuk kokoh, daging tebal, biji kecil, kering, kulit putih,buah memiliki aroma yang khas seperti aroma durian,sehingga dinamai kelengkeng aroma durian, kelengkeng ini mempunyai keunggulan mudah beradaptasi dengan lingkungan dan lebih mudah berbuah dari pada jenis kelengkeng lain. Untuk masa berbuah kelengkeng aroma durian ini tidak jauh beda dengan kelengkeng unggul lainnya, yaitu secara vegetatif 8-12 bulan, sedang secara generatif dapat berbuah pada umur 2-3 tahun.
Cara Perawatan :
Cara perawatan kelengkeng aroma durian ini sama dengan kelengkengpada umumnya, seperti itoh dan sebagainya, yaitu:
Penyiraman : cara merawat tanaman ini sama dengan merawat tanaman pada umumnya, yaitu disiram dengan air setiap 2 kali sehari, pagi hari dan sore hari, bila terlihat kondisi kering, bila kondisi tanah tanaman masih terlihat basah, maka cukup satu kali penyiraman saja.
Pemupukan : tanaman kelengkeng tidak berbuah bisa jadi karena tidak subur atau kekurangan unsur-unsur makro yang dibutuhkan seperti nitrogen, fosfor, kalium. Pupuk ditaburkan melingkar sesuai dengan tajuk tanaman. Namun, jika tajuk tanaman sudah tumbuh melebihi diameter pot, pupuk ditaburkan sekitar satu jengkal dari pangkal tanaman. Setelah itu tanaman disiram.
Pelukaan/Pengerokan : Pada dasarnya pelukaan atau pengerokan batang tanaman untuk menghambat pengiriman zat-zat makanan yang dihasilkan daun ke akar, sehingga terjadi pemupukan zat makanan di daerah tajuk.
Pengeringan atau stres air : kekurangan air akan memicu tanaman berbunga. Caranya tanaman kelengkeng dalam pot tidak disiram selama 2-3 hari. Setelah terlihat layu, tanaman disiram air sebanyak-banyaknya. Jika bunga tidak muncul juga, pengeringan bisa dilakukan lagi.
Sumber ://berkahtanimanunggal.wordpress.com

JAMBU BIJI MERAH

Getas/Jambu Biji Merah/Jambu Kluthuk memiliki tajuk dan daun sama dengan jambu biji yang lain. Dahannya cenderung memanjang, lentur, dan menjulur ke segala arah. Daun berwarna hijau tua, dan sedang. Kulit buah berwarna hijau dengan daging dan biji buah berwarna merah. Daging buahnya lebih empuk dari jambu biji lainnya dan berasa lebih manis.

Cara Perawatan :
Penyiraman: cara merawat tanaman ini sama dengan merawat tanaman pada umumnya, yaitu disiram dengan air setiap 2 kali sehari, pagi hari dan sore hari, bila terlihat kondisi kering, bila kondisi tanah tanaman masih terlihat basah, maka cukup satu kali penyiraman saja.

Pemangkasan: Pemangkasan dilakukan terhadap tanaman dengan tujuan sebagai berikut: membentuk tajuk yang ideal, sehingga tanaman ini bisa tumbuh dengan baik dan rimbun.

Pemupukan: tanaman ini tidak berbuah bisa jadi karena tidak subur atau kekurangan unsur-unsur makro yang dibutuhkan seperti nitrogen, fosfor,kalium. Pemupukan dengan kadar P dan K yang tinggi (sebaiknya pupuk dilarutkan dalam air dan lalu disiramkan). Pemberian hormon perangsang bunga juga bisa dilakukan.

Perbanyakan: Pengembang biakkan tanaman ini pada umumnya dilakukan dengan cara okulasi (tempel mata), sambung susu ataupun sambung pucuk. Bibit dari sambung susu / okulasi /sambung pucuk akan belajar berbuah kurang dari6 bulan dengan perawatan intensif. Tanaman ini juga bisa dijadikan tabulampot, bahkan akan terkesan lebih eksklusif bila berbuah di media pot.

Pengeringan atau stres air: kekurangan air akan memicu tanaman berbunga. Caranya tunggu sampai tanaman jambu jamaika tidak memiliki pupus daun muda. Kemudian tanaman jambu jamaika tidak disiram selama 2-3 hari. Setelah terlihat layu, tanaman disiram air sebanyak-banyaknya. Jika bunga tidak muncul juga, pengeringan bisa dilakukan lagi.

Sumber ://berkahtanimanunggal.wordpress.com

14 Jun 2011

Rambutan Arialaka

Rambutan asli asal cianjur 



Nama Varietas
:
Rambutan Varietas Arialaka
Nomor SK
:
377/KPTS/SR.120/1/2009
Tanggal
:
23 Januari 2009
Asal
:
Desa Sindangkala, Kecamatan Karang tengah Kabupaten Cianjur Propinsi Jawa Barat
Golongan
:
klon
Potensi Hasil (max)-
:
600 
Keterangan
:
beradaptasi dengan baik di dataran rendah sampai medium dengan altitude 100 - 500 m dpl
Contact Person :
Bp.H.Ridwan Suwandi
Kp.Sindanglaka RT/RW  01/01 Desa Sindangaka Kec.Karangtengah-Cianjur
Tlp.0857 2293 0000  atau via email

Rambutan Binjai

Rambutan ini berasal dari daerah Binjai, Sumatera Utara. Rasanya manis segar sehingga tak salah jika rambutan ini dilepas sebagai varietas rambutan unggul. Buahnya tampak menarik dengan warna merah mencolok dan berbentuk bulat agak lonjong.Kulit buahnya tebal dan agak keras. Rambut buahnya panjang, jarang, kasar, dan berwarna merah dengan ujung hijau. Dagingbuahnya berwarna putih, kenyal, dan ngelotok dengan kulit biji melekat. Daging buahnya agak renyah karena kadar airnyasedikit. Bijinya bulat dan berukuran sedang. Produktivitasnya termasuk rendah, per pohonnya menghasilkan 1.200-2.000 buah/tahun atau sekitar 40-68 kg/tahun

Manfaat :
Kayu pohon rambutan cukup keras dan kering, tetapi mudah pecah sehingga kurang baik untuk bahan bangunan. Namun,kayu rambutan bagus sekali untuk kayu bakar. Akar tanaman ini untuk obat demam, kulit kayunya untuk obat radang mulut, dan daunnya untuk obat sakit kepala sebagai tapal (popok). Daging buah yang telah matang dapat dikalengkan.

Syarat Tumbuh :
Tanaman tumbuh dan berbuah baik di dataran rendah hingga ketinggian 500 m dpl dengan tipe iklim basah. Curah hujan 1.500-3.000 mm per tahun. Tanah yang gembur dan subur lebih disenangi. Tanaman ini relatif tahan pada lahan gambut yang masam dan tanah latosol cokelat dengan pH tanah 4-6,5. Suhu udara 22-35° C. Tipe tanah latosol kuning sangat disenangi. Hembusan angin yang kering, biasanya di pantai, dapat menyebabkan tepi-tepi daun berwarna kecokelatan sepertiterbakar. Namun, untuk merangsang pembungaan diperlukan musim kemarau (kering) antara 3-4 bulan. Hujan yang jatuh pada saat tanaman sedang berbunga menyebabkan banyak bunga berguguran dan mendorong timbulnya serangan penyakit mildu tepung (Oidium sp.). Bila kemarau berkepanjangan, buah menjadi kurang berisi (kerempeng) dan bijinya tidak berkembang (kempis, rudimenter).

Pemeliharaan :
Pemeliharaan tanaman yang penting adalah membersihkan kebun dari gulma dan memangkas tunas-tunas liar/tunasair yang muncul.

Pemanenan :
Buah rambutan dapat dipetik setelah matang pohon atau umur 120 hari setelah anthesis (bunga mekar). Panen dilakukan dengan memotong tangkai rangkaian (tandan) buah. Hasilnya dapat mencapai 500-700 kg/pohon. Musim panen rambutan terjadi pada bulan Desember–Februari.

Sumber ://berkahtanimanunggal.wordpress.com

Jambu Biji Australia

Jambu biji australia diintroduksi dari Australia. Memiliki tajuk dan bentuk tanaman yang hampir sama dengan jambu biji pada umumnya. Kekhasannya adalah daunnya berwarna merah keunguan. Dengan buah juga berwarna merah keunguan. Walaupun buahnya dapat dimakan, biasanya orang menanam di pekarangan lebih sebagai tanaman hias. Buahnya manis bila sudah masak, tetapi tawar bila belum matang.

Cara Perawatan :
Penyiraman: cara merawat tanaman ini sama dengan merawat tanaman pada umumnya, yaitu disiram dengan air setiap 2 kali sehari, pagi hari dan sore hari, bila terlihat kondisi kering, bila kondisi tanah tanaman masih terlihat basah, maka cukup satu kali penyiraman saja.

Pemangkasan: Pemangkasan dilakukan terhadap tanaman dengan tujuan sebagai berikut: membentuk tajuk yang ideal, sehingga tanaman ini bisa tumbuh dengan baik dan rimbun.

Pemupukan: tanaman ini tidak berbuah bisa jadi karena tidak subur atau kekurangan unsur-unsur makro yang dibutuhkan seperti nitrogen, fosfor,kalium. Pemupukan dengan kadar P dan K yang tinggi (sebaiknya pupuk dilarutkan dalam air dan lalu disiramkan). Pemberian hormon perangsang bunga juga bisa dilakukan.

Perbanyakan: Pengembang biakkan tanaman ini pada umumnya dilakukan dengan cara okulasi (tempel mata), sambung susu ataupun sambung pucuk. Bibit dari sambung susu / okulasi /sambung pucuk akan belajar berbuah kurang dari6 bulan dengan perawatan intensif. Tanaman ini juga bisa dijadikan tabulampot, bahkan akan terkesan lebih eksklusif bila berbuah di media pot.

Pengeringan atau stres air: kekurangan air akan memicu tanaman berbunga. Caranya tunggu sampai tanaman jambu jamaika tidak memiliki pupus daun muda. Kemudian tanaman jambu jamaika tidak disiram selama 2-3 hari. Setelah terlihat layu, tanaman disiram air sebanyak-banyaknya. Jika bunga tidak muncul juga, pengeringan bisa dilakukan lagi.

sumber :berkahtanimanunggal.wordpress.com

Durian Petruk

Durian ini berasal dari Randusari, Jepara, Jawa Tengah, dan telah dilepas sebagai varietas unggul nasional. Bentuk buahnya bulat telur terbalik dengan kulit buah tipis (sekitar 3 mm) berwarna hijau kekuningan. Durinya berbentuk kerucut, kecil, dan rapat. Daging buah berwarna kuning, berserat halus, agak lembek, dan rasanya manis sekali. Namun, aromanya tidak begitu tajam dan menyengat. Jumlah pongge per buah antara 5-10 dengan biji sempurna 5-10. Ukuran bijinya kecil dan berbentuk lonjong. Berat rata-rata buah antara 1-1,5 kg. Produksi buah berkisar dari 50-150 buah/ pohon/tahun. Durian ini relatif tahan penyakit busuk akar dan hama penggerek buah.
Cara Perawatan :
1.    Gulma dibabat dan dibiarkan sebagai mulsa.
2.    Praktek di Thailand ialah memberikan pupuk majemuk dekat dengan garistetes segera setelah muncul kuncup bunga, ditunjang dengan pemberian pupuk di atas tanah jika telah ada pembentukan buah yang lebat; pemberian pupuk lainnya dilakukan setelah panen.
3.    Jika tersedia pupuk kandang, dapat menggantikan pemberian pupuk yang terakhir

sumber : berkahtanimanunggal.wordpress.com

PROFIL DURIAN KANE

Durian ini berasal dari Randusari, Jepara, Jawa Tengah, dan telah dilepas sebagai varietas unggul nasional. Bentuk buahnya bulat telur terbalik dengan kulit buah tipis (sekitar 3 mm) berwarna hijau kekuningan. Durinya berbentuk kerucut, kecil, dan rapat. Daging buah berwarna kuning, berserat halus, agak lembek, dan rasanya manis sekali. Namun, aromanya tidak begitu tajam dan menyengat. Jumlah pongge per buah antara 5-10 dengan biji sempurna 5-10. Ukuran bijinya kecil dan berbentuk lonjong. Berat rata-rata buah antara 1-1,5 kg. Produksi buah berkisar dari 50-150 buah/pohon/tahun. Durian ini relatif tahan penyakit busuk akar dan hama penggerek buah.
Cara Perawatan :
1.    Gulma dibabat dan dibiarkan sebagai mulsa.
2.    Praktek di Thailand ialah memberikan pupuk majemuk dekat dengan garistetes segera setelah muncul kuncup bunga, ditunjang dengan pemberian pupuk di atas tanah jika telah ada pembentukan buah yang lebat; pemberian pupuk lainnya dilakukan setelah panen.
3.    Jika tersedia pupuk kandang, dapat menggantikan pemberian pupuk yang terakhir.

sumber :berkahtanimanunggal.wordpress.com 

DURIAN MONTONG

Durian montong merupakan durian yang berasal dari Thailand. Durian montong ini berumur panjang (perenial). Berkayu, silindris, tegak, kulit pecah-pecah, permukaan kasar, bercabang banyak, arah mendatar. Daun Tunggal dan mempunyai ciri bertangkai pendek, tersusun berseling, permukaan atas berwarna hijau tua dan bawah cokelat kekuningan, permukaan atas mengkilat, permukaan bawah buram, Bunga muncul di batang atau cabang yang sudah besar, bertangkai, berwarna putih hingga cokelat keemasan, berbunga sekitar bulan januari. Buah bulat atau lonjong, panjang 15 – 30 cm, kulit dipenuhi duri-duri tajam, warna coklat keemasan atau kuning, bentuk biji lonjong, 2 – 6 cm, berbuah setelah berumur 5 – 12 tahun, jatuh sendiri kalau sudah masak. Berakar tunggang. Sama halnya dengan durian montong, durian ini juga berasal dari Thailand.Buahnya bulat dengan kulit kuning kecokelatan. Durinya berbentuk kerucut, tajam, dan tersusun agak rapat. Kulit buahnya tipis, antara 3-5 mm, dan agak sukar dibelah. Daging buahnya cukup tebal, kering, berlemak, dan berwarna kuning. Rasanya tidak terlalu manis dan tekstur buahnya tidak terlalu lembut. Aromanya sedang. Jumlah pongge per buah antara 5-18 dengan biji sempurna 5-12. Bijinya kecil, lonjong. Ukuran buahnya termasuk besar, berat rata-rata 2-4 kg per buah. Durian ini bersifat genjah. Produktivitasnya sekitar 20-50 buah/pohon/tahun. Durian kane agak peka penyakit busuk akar dan hama penggerek buah.
Cara Perawatan :
1.    Gulma dibabat dan dibiarkan sebagai mulsa.
2.    Praktek di Thailand ialah memberikan pupuk majemuk dekat dengan garistetes segera setelah muncul kuncup bunga, ditunjang dengan pemberian pupuk di atas tanah jika telah ada pembentukan buah yang lebat; pemberian pupuk lainnya dilakukan setelah panen.
3.    Jika tersedia pupuk kandang, dapat menggantikan pemberian pupuk yang terakhir.

sumber :berkahtanimanunggal.wordpress.com

Peluang Usaha Berkebun Jambu Jamaika


Jambu jamaika merupakan sejenis tanaman buah yang memiliki kandungan air yang cukup besar. Saat ini perkembangan teknologi budidaya lagi mendapat perhatian banyak orang. Mengingat jambu jenis ini selain mempunyai tekstur buah yang lembut dan rasanya yang manis, nilai ekonomisnya juga cukup tinggi. Untuk buah segarnya saja harga per kilo gram nya cukup lumayan. Dengan kisaran harga antara Rp.18.000,- s/d Rp.30.000,- menjadikan tanaman ini menjadi salah satu primadona tanaman buah tropis.

Teknik perkembangbiakan tanaman ini tidak memerlukan perlakuan intensif. Artinya tanaman ini bisa dijadikan sebagai salah satu pelampiasan para pehobi berkebun tanaman buah-buahan.

PROFIL JAMBU JAMAIKA
Jambu Jamaika memiliki tajuk dan daun sama dengan jambu air yang lain. Dahannya cenderung memanjang, lentur, dan menjulur ke segala arah. Daun berwarna hijau tua, dan berukuran besar. Kulit buah berwarna merah muda saat belum matang dan berubah semakin hitam apabila semakin tua. Daging buahnya lebih tebal dari jambu air kebanyakan dan tekstur buahnya lebih halus. Jambu Jamaika vegetatif bisa berbuah saat berumur 9-13 bulan dan jambu Jamaika generatif bisa bebuah saat berumur 2-3 tahun.
Cara Perawatan :
Penyiraman: cara merawat tanaman ini sama dengan merawat tanaman pada umumnya, yaitu disiram dengan air setiap 2 kali sehari, pagi hari dan sore hari, bila terlihat kondisi kering, bila kondisi tanah tanaman masih terlihat basah, maka cukup satu kali penyiraman saja.
Pemangkasan: Pemangkasan dilakukan terhadap tanaman dengan tujuan sebagai berikut: membentuk tajuk yang ideal, sehingga tanaman Jambu Jamaika bisa tumbuh dengan baik dan rimbun.
Pemupukan dan Penyayatan: tanaman Jambu Jamaika tidak berbuah bisa jadi karena tidak subur atau kekurangan unsur-unsur makro yang dibutuhkan seperti nitrogen, fosfor,kalium. Pemupukan dengan kadar P dan K yang tinggi (sebaiknya pupuk dilarutkan dalam air dan lalu disiramkan). Pemberian hormon perangsang bunga juga bisa dilakukan. Satu lagi yang tak kalah penting, buat sayatan terhadap kulit batang selebar kira-kira 1/2 – 1 cm pada pangkal batang secara melingkar. Sayatan dilakukan pada pangkal batang kira-kira 5 – 10 cm dari dasar tanah.
Pengeringan atau stres air: kekurangan air akan memicu tanaman berbunga. Caranya tunggu sampai tanaman jambu jamaika tidak memiliki pupus daun muda. Kemudian tanaman jambu jamaika tidak disiram selama 2-3 hari. Setelah terlihat layu, tanaman disiram air sebanyak-banyaknya. Jika bunga tidak muncul juga, pengeringan bisa dilakukan lagi. 
(Sumber bacaan : berkahtanimanunggal.wordpress.com)
Bagi yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut tentang tanaman buah jambu jamaika dapat menghubungi :  
Contact Person :
Bp.H.Ridwan Suwandi
Melayani : Penjualan buah segar dan penjualan bibit tanaman jambu jamaika (harga bisa nego)
Kp.Sindanglaka RT/RW  01/01 Desa Sindangaka Kec.Karangtengah-Cianjur
Tlp.0857 2293 0000  atau via email

Profil Tanaman Jambu Jamaika di Kebun Sindanglaka- Cianjur 

Buah Segar Hasil Panen 





















Tanaman Jambu Jamaika






















Bibit Tanaman Jambu Jamaika


















Kunjungan Bupati Cianjur ke kebun Jambu Jamaika di Desa Sindanglaka

















Penampang daging buah jambu jamaika

Link other site

Follower

Share it