Feb 25, 2017

Empat Kelas Benih Padi Yang Kita Kenal

Benih merupakan saprodi dalam usaha tani tanaman pangan.  Produksi benih padi  harus melalui sertifikasi, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah No 44 Tahun 1995 tentang Perbenihan Tanaman. Sertifikasi benih adalah satu cara pengawasan mutu benih baik di lapangan maupun di laboratorium, untuk menjamin tingkat kemurnian benih dengan pemberian sertifikat/label atas perbanyakan benih dengan peraturan/prosedur yang berlaku. Benih bersertifikat dapat dikelompokkan menjadi 4 kelas, yaitu :
·         Benih Label Putih  atau benih Benih Penjenis adalah benih yang diproduksi oleh dan di bawah pengawasan pemulia tanaman pencipta/penghasil benih tersebut atau instansinya, dan merupakan sumber untuk perbaikan benih dasar;
·         Benih Label Putih atau Benih Dasar adalah keturunan pertama dari benih penjenis, yang diproduksi di bawah bimbingan yang intensif dan pengawasan yang ketat, sehingga kemurnian varietas dapat terjaga. Benih dasar ini diproduksi oleh instansi/badan yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pertanian Tanaman Pangan dan produksinya harus disertifikasi oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB),
·         Benih Label Ungu atau Benih Pokok adalah keturunan dari benih penjenis atau benih dasar yang diproduksi dan dipelihara sehingga identitas dan tingkat kemurnian varietas yang ditetapkan dapat terjaga dan memenuhi standar mutu yang ditetapkan, serta harus disertifikasi sebagai benih pokok oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih;

·          Benih Label Biru atau Benih Sebar adalah keturunan benih penjenis, benih dasar, atau benih pokok, yang diproduksi dan dipelihara sehingga identitas dan tingkat kemurnian varietas dapat dipelihara, dan memenuhi standar mutu benih yang ditetapkan dan harus disertifikasi sebagai benih sebar label biru oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih.

Feb 24, 2017

PERTANIAN CIANJUR ; PERMASALAHAN DAN PEMECAHANNYA

Tidak dapat dipungkiri bahwa secara sosiologis,demografis dan ekonomis, pertanian merupakan sektor yang memiliki keunggulan komparatif bagi Kabupaten Cianjur . Budaya masyarakat dengan dukungan agroklimat yang memadai telah terbukti menjadikan Cianjur  sebagai salah satu sentra produksi pertanian yang diandalkan khususnya sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Dengan jumlah produksi gabah 800.000 ton GKG/tahun menjadikan Kabupaten Cianjur  nomor 6 (enam) sebagai penyumbang terbesar terhadap jumlah produksi gabah di Propinsi Jawa Barat (BPS,2014).  Selain itu sektor pertanian masih terbukti sebagai salah satu sumber mata pencahrian sebagian besar masyarakat Cianjur .
Dari jumlah angkatan kerja  sebanyak 1.026.245 (BPS,2014) sebanyak 41,96% (430.612 orang) bekerja di sektor pertanian. Hal ini menjadikan sektor pertanian menjadi tempat bergantung sebagian besar penduduk Cianjur .  Melihat data statistik (BPS,2015) antara tahun 2013 - 2015 bahwa sumbangan sektor pertanian terhadap PDRB Kabupaten Cianjur  sebesar 37 % . Kenyataan ini menunjukan bahwa secara struktural pertanian masih menjadi penopang perekonomian Cianjur .
Dengan melihat alasan tersebut di atas sangat beralasan bilamana sektor pertanian Cianjur  perlu mendapatkan ekstra perhatian dalam upaya memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Cianjur  khususnya. Fakta dilapangan menunjukkan meskipun sejauh ini pertanian telah memberikan kontribusi dalam roda pembangunan di Kabupaten Cianjur , tetapi tidak luput dari sejumlah permasalahan yang dihadapi saat ini.  Kondisi ini tentunya menjadi tantangan bagi semua pemangku kepentingan (stakehoder) yang ada dilingkungan Pemkab Cianjur , bagaimana upaya yang dilakukan dalam rangka memaksimalkan peran sektor pertanian untuk memenuhi hajat hidup seluruh warga Cianjur , dan yang lebih penting bagaimana caranya agar pertanian menjadi poros perekonomian yang handal bagi Cianjur .
Visi Kabupaten Cianjur  dengan slogan Cianjur  lebih maju dan agamis, secara prinsipil memberikan ruang yang leluasa bagi sektor pertanian agar lebih maju dan produktif. Dengan memaksimumkan segala potensi yang ada dan kekhasan yang dimiliki Cianjur , diharapkan pertanian Cianjur  mampu merambah lingkungan global. Serta menjadikan Cianjur  sebagai sentra pertanian dan menjadi tujuan (destinasi) wisata pangan baik regional,nasional, maupun global (Internasional). 

Oleh karena itu perlu kiranya dilakukan sebuah upaya yang mendasar dalam upaya mengatasi sejumlah problema yang dihadapi dalam sektor pertanian Cianjur.  Melalui paper ini kami berupaya mencari solusi terhadap sejumlah masalah pokok yang di hadapi, dan alternatif jalan keluar apa yang mungkin bisa dilakukan. ? ....read more..unduh dokumen